Waktu semakin berlalu...dan hari pun tak pernah berhenti untuk berganti,
hingga aku tak bisa jelaskan kepadamu tentang seberapa besar cintaku kepadamu dan seberapa dalamnya rinduku ini kepadamu,
sampai aku tak mampu untuk menyelami rindu ini.
Jauhnya jarak yang memusahkan aku dan dirimu,
itu hanya menambah besarnya rasa cintaku kepadamu.
Dan lamanya waktu yang membuat kita tidak bertemu,
itu hanya menambah dalamnya rasa rinduku kepadamu.
Karena cinta dan rindu ini tak akan hilang meski jarak dan waktu memisahkan aku dan kamu.
Tak ada cinta lain yang bersemayam dalam hati ini,
dan tak ada pula rindu lain yang menggenangi hati ini.
Karena hanya cinta untukmu yang terus terukir di dalam hati ini,
dan hanya rindu untukmu yang terus meluas bagai samudra di dalam hati ini.
Dalam lirih rintik hujan aku bedoa...
"Tuhan... dekatkanlah aku dengan dirinya,
persatukanlah kami berdua,
buatlah kami terus bersama,
menjalani setiap detik masa berdua,
hingga kami berdua meninggalkan dunia di hari tua...!"
Rabu, 25 Februari 2015
1000 Puisi Untukmu #8
Ingin sekali rasanya tangan ini menyentuh dirimu,
ingin sekali rasanya bibir ini menyepa dirimu.
Namun aku tak kuasa untuk melakukannya,
aku tak bisa menyentuh dirimu...bahkan menyapa dirimu pun aku tak bisa.
Kadang hati ini selalu bertanya...
Sampai kapan aku harus terus menyembunyikan rasa cinta ini dari dirimu ?
Dan sampai kapankah rasa rindu ini terus menyelimuti seluruh hatiku ?
Dengan perlahan...
Entah kenapa tiba-tiba saja cinta dan rindu ini memberikan sebuah luka kepada diriku ?
memberikan sayatan-sayatan yang membuat hati ini sakit.
Meskipun rasa sakit dari luka karena mencintai dirimu itu terus aku rasakan,
namun...tak sedikit rasa cinta dan rindu ini dapat aku tinggalkan.
Apakah disana kamu tahu....
Kalau hanya bayangan dirimu saja yang bisa mengobati rasa rindu ini,
hanya bayangan wajahmu saja yang terus tersimpan dalam hati dan pikiran ini,
dan karena itu semua...aku masih mencintai dirimu sampai saat ini,
meski kau tak tahu tentang semua rasa yang aku miliki...
ingin sekali rasanya bibir ini menyepa dirimu.
Namun aku tak kuasa untuk melakukannya,
aku tak bisa menyentuh dirimu...bahkan menyapa dirimu pun aku tak bisa.
Kadang hati ini selalu bertanya...
Sampai kapan aku harus terus menyembunyikan rasa cinta ini dari dirimu ?
Dan sampai kapankah rasa rindu ini terus menyelimuti seluruh hatiku ?
Dengan perlahan...
Entah kenapa tiba-tiba saja cinta dan rindu ini memberikan sebuah luka kepada diriku ?
memberikan sayatan-sayatan yang membuat hati ini sakit.
Meskipun rasa sakit dari luka karena mencintai dirimu itu terus aku rasakan,
namun...tak sedikit rasa cinta dan rindu ini dapat aku tinggalkan.
Apakah disana kamu tahu....
Kalau hanya bayangan dirimu saja yang bisa mengobati rasa rindu ini,
hanya bayangan wajahmu saja yang terus tersimpan dalam hati dan pikiran ini,
dan karena itu semua...aku masih mencintai dirimu sampai saat ini,
meski kau tak tahu tentang semua rasa yang aku miliki...
Selasa, 24 Februari 2015
1000 Puisi Untukmu #7
Sungguh ku tak mengerti...
betapa hati telah terpikat kepada sosok seorang dirimu.
Hingga dalam setiap waktuku,
tak ada satu hal pun yang tidak tentang dirimu.
Dan yang ada dalam hidupku,
itu semua tentangmu...hanya tentang dirimu.
Dirimu telah mendarah daging di dalam tubuhku,
dan namamu telah terukir dalam didalam hatiku.
Tak sanggup aku untuk melupakan dirimu,
tak mampu diri ini untuk berpaling darimu.
Bait cinta yang aku tulis...itu hanya untuk dirimu,
dan syair rindu yang aku nyanyikan...itu juga hanya untuk dirimu.
Walau sesungguhnya aku tahu...
Cinta ini akan membuatku terluka,
dan rindu ini akan membuatku menangis.
Namun tak sedikitpun terlintas di benakku untuk menghapus semua rasa ini,
tak sedikitpun tergambar di anganku untuk melupakan dirimu.
Karena dirimu adalah nafas hidupku,
dan karena kau adalah segalanya buatku.
betapa hati telah terpikat kepada sosok seorang dirimu.
Hingga dalam setiap waktuku,
tak ada satu hal pun yang tidak tentang dirimu.
Dan yang ada dalam hidupku,
itu semua tentangmu...hanya tentang dirimu.
Dirimu telah mendarah daging di dalam tubuhku,
dan namamu telah terukir dalam didalam hatiku.
Tak sanggup aku untuk melupakan dirimu,
tak mampu diri ini untuk berpaling darimu.
Bait cinta yang aku tulis...itu hanya untuk dirimu,
dan syair rindu yang aku nyanyikan...itu juga hanya untuk dirimu.
Walau sesungguhnya aku tahu...
Cinta ini akan membuatku terluka,
dan rindu ini akan membuatku menangis.
Namun tak sedikitpun terlintas di benakku untuk menghapus semua rasa ini,
tak sedikitpun tergambar di anganku untuk melupakan dirimu.
Karena dirimu adalah nafas hidupku,
dan karena kau adalah segalanya buatku.
1000 Puisi Untukmu #6
Ingin sekali aku ungkapkan semua rasa cinta ini,
ingin rasanya aku juga mencurahkan semua rindu ini.
Agar kau tahu...bahwa aku disini sanagat mencintaimu,
dan agar kau mengerti...betapa tersiksanya aku dengan rasa rindu ini.
Waktu kian malam...
dingin pun sudah terasa menusuk tulang ini.
Tapi tak sedikit pun aku beranjak dari tempat ini,
karena di tempat inilah aku selalu membayangkan semua keindahan yang kau punya.
Dan tanpa merasa sedikitpun lelah ataupun letih,
aku terus selalu membayangkan dirimu.
Aku rasakan tiupan angin malam yang menerpaku,
itu semakin membuat aku rindu akan kehadiran dirimu.
Hadir untuk menemaniku di ketika malam sunyi,
dan datang untuk memeluk tubuhku disaat dingin mulai merasuk ke paru-paruku.
"Bulan... sampaikan dan katakan pada dirinya,
bahwa aku sangat mencintai dirinya.
Bintang... taburkan kerlip warna cintaku di malam harinya,
supaya dia bisa melihat indah cintaku yang hanya untuk dirinya.
Angin... sampaikan syair rindu ini untuk dirinya,
supaya dia juga bisa merasakan apa yang aku rasakan selama ini"
ingin rasanya aku juga mencurahkan semua rindu ini.
Agar kau tahu...bahwa aku disini sanagat mencintaimu,
dan agar kau mengerti...betapa tersiksanya aku dengan rasa rindu ini.
Waktu kian malam...
dingin pun sudah terasa menusuk tulang ini.
Tapi tak sedikit pun aku beranjak dari tempat ini,
karena di tempat inilah aku selalu membayangkan semua keindahan yang kau punya.
Dan tanpa merasa sedikitpun lelah ataupun letih,
aku terus selalu membayangkan dirimu.
Aku rasakan tiupan angin malam yang menerpaku,
itu semakin membuat aku rindu akan kehadiran dirimu.
Hadir untuk menemaniku di ketika malam sunyi,
dan datang untuk memeluk tubuhku disaat dingin mulai merasuk ke paru-paruku.
"Bulan... sampaikan dan katakan pada dirinya,
bahwa aku sangat mencintai dirinya.
Bintang... taburkan kerlip warna cintaku di malam harinya,
supaya dia bisa melihat indah cintaku yang hanya untuk dirinya.
Angin... sampaikan syair rindu ini untuk dirinya,
supaya dia juga bisa merasakan apa yang aku rasakan selama ini"
1000 Puisi Untukmu #5
Malam berganti pagi, hari berganti minggu,
minggu berganti bulan, dan bulan pun berganti tahun...
Waktu yang bergulir masih aku lewati dengan mencintai dirimu,
sedangkan hari yang kian berlalu pun masih aku jalani dengan segenap rasa rinduku kepadamu.
Kepada bulan dan bintang aku selalu menceritakan cintaku kepadamu,
kepada angin malam aku selalu menitipkan rasa rindu ini kepadamu.
Berharap bulan dan bintang bisa menceritakan semua cintaku kepadamu,
dan angin malam yang berhembus mampu menyampaikan rasa rinduku ini yang hanya untukmu.
Dan di setiap malam pun aku selalu berdoa kepada Tuhan,
agar Tuhan menjaga dirimu disaat kau terlelap maupun disaat kau terjaga.
Karena aku tidak ingin kehilangan dirimu,
sebab...dirimu begitu sangat berarti untuk diri ini.
Dan karena dirimulah...aku temukan arti hidup ini.
minggu berganti bulan, dan bulan pun berganti tahun...
Waktu yang bergulir masih aku lewati dengan mencintai dirimu,
sedangkan hari yang kian berlalu pun masih aku jalani dengan segenap rasa rinduku kepadamu.
Kepada bulan dan bintang aku selalu menceritakan cintaku kepadamu,
kepada angin malam aku selalu menitipkan rasa rindu ini kepadamu.
Berharap bulan dan bintang bisa menceritakan semua cintaku kepadamu,
dan angin malam yang berhembus mampu menyampaikan rasa rinduku ini yang hanya untukmu.
Dan di setiap malam pun aku selalu berdoa kepada Tuhan,
agar Tuhan menjaga dirimu disaat kau terlelap maupun disaat kau terjaga.
Karena aku tidak ingin kehilangan dirimu,
sebab...dirimu begitu sangat berarti untuk diri ini.
Dan karena dirimulah...aku temukan arti hidup ini.
Senin, 23 Februari 2015
1000 Puisi Untukmu #4
Semakin hari rasa cinta ini semakin besar terhadapmu,
dan waktu ke waktu rindu ini begitu sangat dalam kepadamu.
Meski hanya berpapasan badan dan bertatapan muka,
itu sudah lebih dari cukup buatku untuk mengobati rasa rindu ini.
Terkadang aku selalu mencari-cari perhatian kepadamu,
agar kamu bisa memperhatikan aku lebih dalam lagi.
Walaupun itu terasa konyol...namun aku sering melakukannya,
itu pun hanya untuk mendapatkan sedikit perhatian dari kamu saja.
Dalam diam...aku terus selalu mencintai dirimu,
dalam sepi...aku terus merindukan dirimu.
Bahkan sampai aku pun tak tahu,
seberapa besar dan dalamnya cinta serta rindu ini untukmu.
Aku hanya bisa memastikan kalau rasa itu ada dan akan tetap selalu ada,
meskipun aku tak tahu pasti apakah dirimu juga memiliki rasa yang sama seperti apa yang aku rasakan.
Dan disaat itu berkata...
Mungkin nanti... nanti akan aku ungkapkan segala rasa ini padamu.
Dan entah apa yang akan kau ucapkan padaku untuk menjawab semua rasa yang aku miliki ini,
entah kau akan tertawa, kecewa, atau malah mengacuhkan perasaan ini...aku tak tahu.
dan waktu ke waktu rindu ini begitu sangat dalam kepadamu.
Meski hanya berpapasan badan dan bertatapan muka,
itu sudah lebih dari cukup buatku untuk mengobati rasa rindu ini.
Terkadang aku selalu mencari-cari perhatian kepadamu,
agar kamu bisa memperhatikan aku lebih dalam lagi.
Walaupun itu terasa konyol...namun aku sering melakukannya,
itu pun hanya untuk mendapatkan sedikit perhatian dari kamu saja.
Dalam diam...aku terus selalu mencintai dirimu,
dalam sepi...aku terus merindukan dirimu.
Bahkan sampai aku pun tak tahu,
seberapa besar dan dalamnya cinta serta rindu ini untukmu.
Aku hanya bisa memastikan kalau rasa itu ada dan akan tetap selalu ada,
meskipun aku tak tahu pasti apakah dirimu juga memiliki rasa yang sama seperti apa yang aku rasakan.
Dan disaat itu berkata...
Mungkin nanti... nanti akan aku ungkapkan segala rasa ini padamu.
Dan entah apa yang akan kau ucapkan padaku untuk menjawab semua rasa yang aku miliki ini,
entah kau akan tertawa, kecewa, atau malah mengacuhkan perasaan ini...aku tak tahu.
Seribu Puisi Untukmu #3
Dengan membayangkan indah wajahmu,
kata demi kata ku coba tulis untukmu.
dan dengan membayangkan senyum manis bibirmu,
bait demi bait ku coba rangkai menjadi puisi untuk dirimu.
Aku memang tidak pandai dalam menuliskan kata,
aju juga tidak jago dalam merangkai bait.
Namun aku tetap mencoba dan berusaha,
untuk menulis puisi ini tentang dirimu.
"pancaran sinar matamu,
lebih indah dari langit senja di ujung barat.
merdu suara dari bibirmu,
lebih merdu dari senandung lagu rindu.
wajahmu bagaikan rembulan di malam hari,
yang selalu memberikan sinar terangnya di dalam malam gelap.
lembut sentuhan tanganmu,
selembut hempasan angin yang menerpa tubuhku.
ternyata mencintai dirimu itu tak sesulit mempelajari rumus fisika,
tidak perlu menunggu lama...dan aku pun sudah jatuh cinta pada dirimu"
Itulah kata dan bait yang aku rangkai untukmu,
untuk menuliskan tentang dirimu.
Jelek memang...tapi itulah karya dariku,
puisi pertamaku untuk dirimu.
kata demi kata ku coba tulis untukmu.
dan dengan membayangkan senyum manis bibirmu,
bait demi bait ku coba rangkai menjadi puisi untuk dirimu.
Aku memang tidak pandai dalam menuliskan kata,
aju juga tidak jago dalam merangkai bait.
Namun aku tetap mencoba dan berusaha,
untuk menulis puisi ini tentang dirimu.
"pancaran sinar matamu,
lebih indah dari langit senja di ujung barat.
merdu suara dari bibirmu,
lebih merdu dari senandung lagu rindu.
wajahmu bagaikan rembulan di malam hari,
yang selalu memberikan sinar terangnya di dalam malam gelap.
lembut sentuhan tanganmu,
selembut hempasan angin yang menerpa tubuhku.
ternyata mencintai dirimu itu tak sesulit mempelajari rumus fisika,
tidak perlu menunggu lama...dan aku pun sudah jatuh cinta pada dirimu"
Itulah kata dan bait yang aku rangkai untukmu,
untuk menuliskan tentang dirimu.
Jelek memang...tapi itulah karya dariku,
puisi pertamaku untuk dirimu.
Langganan:
Postingan (Atom)