Di Lingkaran hening,,
Ku pendam apa yang ku rasa..
Walau pada akhirnya,,
Aku tak tahu kapan aku dipertemukan..
Aku yang selalu saja diam tak bergeming,,
Saat mata hati ku menatap sejuk wajah mu..
Walau hanya sesekali aku menatap mu dengan mata kepala ku..
Sebab aku tak kuasa menatap mu lebih lama..
Dan jika memang 'Cinta Dalam Diam ku' itu,,
Tidak mempunyai kesempatan untuk berbicara,,
Maka ku mohon pada mu Tuhan..
Biarkan rasa ini tetap diam...
Diam bersama keheningan keheningan malam..
Diam bersama sepinya hatiku..
Diam bersama kosongnyaa jiwaku..
Hingga menjadi Memori tersendiri pada sudut hati ku..
Hingga menjadi Rahasia antara aku dan TUHAN...
Dan aku akan selalu mencintai mu dalam diam,,
Dari kejauhan,,
Dengan kesederhanaan dan Keikhlasan..
Jumat, 27 Februari 2015
1000 Puisi Untukmu #14
Seperti haus yang tidak dapatkan air,
Bagaikan panas yang tidak mendapatkan hujan,
Seperti itulah rasa cinta dan rinduku kepadamu...
Aku ingin melupakan kepergianmu,
Namun tidak untuk melupakan dirimu,
Dan biarkan aku untuk selalu mengenangmu dalam hidupku....
Maka akan aku relakan cintaku ini tak terbalas oleh dirimu,
Jika memang harus aku nikmati cinta hanya sebatas mimpi....
Bagaikan panas yang tidak mendapatkan hujan,
Seperti itulah rasa cinta dan rinduku kepadamu...
Aku ingin melupakan kepergianmu,
Namun tidak untuk melupakan dirimu,
Dan biarkan aku untuk selalu mengenangmu dalam hidupku....
Maka akan aku relakan cintaku ini tak terbalas oleh dirimu,
Jika memang harus aku nikmati cinta hanya sebatas mimpi....
1000 Puisi Untukmu #13
Inilah Rasaku
Bila kucukupkan segenggam saja rasa,
maka tiada mungkin timbul rindu dalam kalbu.
Bila kudapatkan sedikit saja keberanian untuk mengaku suka, mungkin tak kan pernah ada celah bagi resah di dalam hati.
Rindu ini tak beralaskan,
Kepada apa dan bagaimana terlayang rasa tanpa sisa.
Duhai sepasang mata tak terlihat,
bersembunyi dibalik tirai waktu,
berbaliklah..
Ayunkan matamu menatapku..
Selipkan senyummu dalam bola mataku,,
Hiasi setiap mimpiku meski dengan bayangmu yang samar..
Hadirmu,menyentak kedalaman jiwaku,
Jika saja bukan sekedar bayangan semu..
Ingin ku menatapmu,
Melebihi jarak nalar tanpa berkas di samudra hatiku
Inilah rasaku,,
Menghantam rindu berbekas resah mengusik setiap mimpi,
Bila saja bibirku tetap terdiam tanpa mampu menguasai kata,
Fahamilah hatiku,
Inilah rasaku..
Rasa rindu dengan diam tanpa banyak kata,
Membungkus setiap resah,
Mengutuk setiap gundah..
Satu wujud rasa tanpa batas diujung jiwa,
Inilah rasaku,
Cinta......
Bila kucukupkan segenggam saja rasa,
maka tiada mungkin timbul rindu dalam kalbu.
Bila kudapatkan sedikit saja keberanian untuk mengaku suka, mungkin tak kan pernah ada celah bagi resah di dalam hati.
Rindu ini tak beralaskan,
Kepada apa dan bagaimana terlayang rasa tanpa sisa.
Duhai sepasang mata tak terlihat,
bersembunyi dibalik tirai waktu,
berbaliklah..
Ayunkan matamu menatapku..
Selipkan senyummu dalam bola mataku,,
Hiasi setiap mimpiku meski dengan bayangmu yang samar..
Hadirmu,menyentak kedalaman jiwaku,
Jika saja bukan sekedar bayangan semu..
Ingin ku menatapmu,
Melebihi jarak nalar tanpa berkas di samudra hatiku
Inilah rasaku,,
Menghantam rindu berbekas resah mengusik setiap mimpi,
Bila saja bibirku tetap terdiam tanpa mampu menguasai kata,
Fahamilah hatiku,
Inilah rasaku..
Rasa rindu dengan diam tanpa banyak kata,
Membungkus setiap resah,
Mengutuk setiap gundah..
Satu wujud rasa tanpa batas diujung jiwa,
Inilah rasaku,
Cinta......
Kamis, 26 Februari 2015
1000 Puisi Untukmu #12
Rindu.
Kata yang takkan pernah tersampaikan
Seperti pagi yang berembun
Sejuk nan indah namun tak semua merasakan
Rindu.
Setiap hari ku menjerit merindukanmu
Aku menyapamu saat kau berjalan didepanku
Tapi kau takkan pernah mengetahuinya
Kau hanya akan mendengarkan dengan hati kasih sayangmu
Ku tundukkan pandanganku saat bertemu denganmu
Agar kau tak pernah melihat mata yang merindukanmu
Rindu.
Bergemih resah saat rindu tak terbalaskan
Menangis sendu saat ku harus memalingkan wajahku
Ku ingin kau mengerti, bahwa ku selalu merindukanmu
Takkan ada kata yang mampu menyampaikan ini semua
mengapa ini terjadi?
Aku harus merindukan orang yang tak pernah merindukanku.
Kata yang takkan pernah tersampaikan
Seperti pagi yang berembun
Sejuk nan indah namun tak semua merasakan
Rindu.
Setiap hari ku menjerit merindukanmu
Aku menyapamu saat kau berjalan didepanku
Tapi kau takkan pernah mengetahuinya
Kau hanya akan mendengarkan dengan hati kasih sayangmu
Ku tundukkan pandanganku saat bertemu denganmu
Agar kau tak pernah melihat mata yang merindukanmu
Rindu.
Bergemih resah saat rindu tak terbalaskan
Menangis sendu saat ku harus memalingkan wajahku
Ku ingin kau mengerti, bahwa ku selalu merindukanmu
Takkan ada kata yang mampu menyampaikan ini semua
mengapa ini terjadi?
Aku harus merindukan orang yang tak pernah merindukanku.
1000 Puisi Untukmu #11
Sinar matahari pagi telah menyambut hariku,
tak lupa pula sepucuk doa tulus kupanjatkan kepada Tuhan untukmu.
Nyanyian burung di pagi hari terdengar merdu,
mengiringi bunga-bunga cintaku untukmu yang kian bermekaran.
Aku sangat berharap...
bukan hanya doa tulus dariku saja yang mengawali harimu...namun juga senyumku.
Tapi apa daya...
aku tak di sampingmu, dan aku tak bersama dirimu.
Karena jarak yang memisahkan aku dengan dirimu,
membuat aku hanya bisa untuk mengucap selamat pagi dan doa saja,
dan walaupun dirimu tak bisa mendengarnya.
Tak ku sangka...
Hari itu aku bertemu dengan dirimu,
meski tak satu kata pun yang terucap dari bibir ini,
namun hatiku tetap akan mengatakan,
hatiku akan tetap membisikan,
dan hatiku akan tetap merasakan.
Kadang aku gelisah tak menentu,
sulit bagiku tuk lalui hari tanpa dirimu.
Dan tak pernah dapat aku pungkiri tentang perasaan hatiku yang terdalam,
betapa sungguh aku sangat mencintai dirimu.
tak lupa pula sepucuk doa tulus kupanjatkan kepada Tuhan untukmu.
Nyanyian burung di pagi hari terdengar merdu,
mengiringi bunga-bunga cintaku untukmu yang kian bermekaran.
Aku sangat berharap...
bukan hanya doa tulus dariku saja yang mengawali harimu...namun juga senyumku.
Tapi apa daya...
aku tak di sampingmu, dan aku tak bersama dirimu.
Karena jarak yang memisahkan aku dengan dirimu,
membuat aku hanya bisa untuk mengucap selamat pagi dan doa saja,
dan walaupun dirimu tak bisa mendengarnya.
Tak ku sangka...
Hari itu aku bertemu dengan dirimu,
meski tak satu kata pun yang terucap dari bibir ini,
namun hatiku tetap akan mengatakan,
hatiku akan tetap membisikan,
dan hatiku akan tetap merasakan.
Kadang aku gelisah tak menentu,
sulit bagiku tuk lalui hari tanpa dirimu.
Dan tak pernah dapat aku pungkiri tentang perasaan hatiku yang terdalam,
betapa sungguh aku sangat mencintai dirimu.
Rabu, 25 Februari 2015
1000 Puisi Untukmu #10
Bagaikan daun kering yang tertiup oleh angin,
dan jatuh luruh di hadapanmu...
Itulah diriku....
yang terlalu sangat mencintai dirimu dalam hatiku.
Tiada hal yang indah dalam hidupku selain mencintai dirimu,
dan tiada masa yang bahagia dalam hidupku selain merindukan dirimu selalu.
Detik demi detik telah aku lewati,
hari demi hari telah aku jalani,
musim yang terus berganti telah aku lalui,
dan sampai saat ini...bibirku masih tak mampu ungkapkan semua rasa cinta dan rindu ini.
Cinta yang kian membara dan rindu yang terus menggebu,
perlahan telah menyakiti jiwa dan batinku.
Meski sakit terus kurasa dan makin terasa,
namun cinta ini tak pernah padam untukmu.
Walaupun rindu terus menyikasa dan membuat aku terluka,
tapi samudra rindu ini tak akan pernah kering untukmu.
Seperti gemercik lirih suara air yang terus memanggil namamu,
yang selalu menginginkan dirimu hadir untuk diriku,
dalam dingin malam yang aku rasakan tanpa pelukanmu,
disini...aku merindukan dirimu.
dan jatuh luruh di hadapanmu...
Itulah diriku....
yang terlalu sangat mencintai dirimu dalam hatiku.
Tiada hal yang indah dalam hidupku selain mencintai dirimu,
dan tiada masa yang bahagia dalam hidupku selain merindukan dirimu selalu.
Detik demi detik telah aku lewati,
hari demi hari telah aku jalani,
musim yang terus berganti telah aku lalui,
dan sampai saat ini...bibirku masih tak mampu ungkapkan semua rasa cinta dan rindu ini.
Cinta yang kian membara dan rindu yang terus menggebu,
perlahan telah menyakiti jiwa dan batinku.
Meski sakit terus kurasa dan makin terasa,
namun cinta ini tak pernah padam untukmu.
Walaupun rindu terus menyikasa dan membuat aku terluka,
tapi samudra rindu ini tak akan pernah kering untukmu.
Seperti gemercik lirih suara air yang terus memanggil namamu,
yang selalu menginginkan dirimu hadir untuk diriku,
dalam dingin malam yang aku rasakan tanpa pelukanmu,
disini...aku merindukan dirimu.
1000 Puisi Untukmu #9
Waktu semakin berlalu...dan hari pun tak pernah berhenti untuk berganti,
hingga aku tak bisa jelaskan kepadamu tentang seberapa besar cintaku kepadamu dan seberapa dalamnya rinduku ini kepadamu,
sampai aku tak mampu untuk menyelami rindu ini.
Jauhnya jarak yang memusahkan aku dan dirimu,
itu hanya menambah besarnya rasa cintaku kepadamu.
Dan lamanya waktu yang membuat kita tidak bertemu,
itu hanya menambah dalamnya rasa rinduku kepadamu.
Karena cinta dan rindu ini tak akan hilang meski jarak dan waktu memisahkan aku dan kamu.
Tak ada cinta lain yang bersemayam dalam hati ini,
dan tak ada pula rindu lain yang menggenangi hati ini.
Karena hanya cinta untukmu yang terus terukir di dalam hati ini,
dan hanya rindu untukmu yang terus meluas bagai samudra di dalam hati ini.
Dalam lirih rintik hujan aku bedoa...
"Tuhan... dekatkanlah aku dengan dirinya,
persatukanlah kami berdua,
buatlah kami terus bersama,
menjalani setiap detik masa berdua,
hingga kami berdua meninggalkan dunia di hari tua...!"
hingga aku tak bisa jelaskan kepadamu tentang seberapa besar cintaku kepadamu dan seberapa dalamnya rinduku ini kepadamu,
sampai aku tak mampu untuk menyelami rindu ini.
Jauhnya jarak yang memusahkan aku dan dirimu,
itu hanya menambah besarnya rasa cintaku kepadamu.
Dan lamanya waktu yang membuat kita tidak bertemu,
itu hanya menambah dalamnya rasa rinduku kepadamu.
Karena cinta dan rindu ini tak akan hilang meski jarak dan waktu memisahkan aku dan kamu.
Tak ada cinta lain yang bersemayam dalam hati ini,
dan tak ada pula rindu lain yang menggenangi hati ini.
Karena hanya cinta untukmu yang terus terukir di dalam hati ini,
dan hanya rindu untukmu yang terus meluas bagai samudra di dalam hati ini.
Dalam lirih rintik hujan aku bedoa...
"Tuhan... dekatkanlah aku dengan dirinya,
persatukanlah kami berdua,
buatlah kami terus bersama,
menjalani setiap detik masa berdua,
hingga kami berdua meninggalkan dunia di hari tua...!"
1000 Puisi Untukmu #8
Ingin sekali rasanya tangan ini menyentuh dirimu,
ingin sekali rasanya bibir ini menyepa dirimu.
Namun aku tak kuasa untuk melakukannya,
aku tak bisa menyentuh dirimu...bahkan menyapa dirimu pun aku tak bisa.
Kadang hati ini selalu bertanya...
Sampai kapan aku harus terus menyembunyikan rasa cinta ini dari dirimu ?
Dan sampai kapankah rasa rindu ini terus menyelimuti seluruh hatiku ?
Dengan perlahan...
Entah kenapa tiba-tiba saja cinta dan rindu ini memberikan sebuah luka kepada diriku ?
memberikan sayatan-sayatan yang membuat hati ini sakit.
Meskipun rasa sakit dari luka karena mencintai dirimu itu terus aku rasakan,
namun...tak sedikit rasa cinta dan rindu ini dapat aku tinggalkan.
Apakah disana kamu tahu....
Kalau hanya bayangan dirimu saja yang bisa mengobati rasa rindu ini,
hanya bayangan wajahmu saja yang terus tersimpan dalam hati dan pikiran ini,
dan karena itu semua...aku masih mencintai dirimu sampai saat ini,
meski kau tak tahu tentang semua rasa yang aku miliki...
ingin sekali rasanya bibir ini menyepa dirimu.
Namun aku tak kuasa untuk melakukannya,
aku tak bisa menyentuh dirimu...bahkan menyapa dirimu pun aku tak bisa.
Kadang hati ini selalu bertanya...
Sampai kapan aku harus terus menyembunyikan rasa cinta ini dari dirimu ?
Dan sampai kapankah rasa rindu ini terus menyelimuti seluruh hatiku ?
Dengan perlahan...
Entah kenapa tiba-tiba saja cinta dan rindu ini memberikan sebuah luka kepada diriku ?
memberikan sayatan-sayatan yang membuat hati ini sakit.
Meskipun rasa sakit dari luka karena mencintai dirimu itu terus aku rasakan,
namun...tak sedikit rasa cinta dan rindu ini dapat aku tinggalkan.
Apakah disana kamu tahu....
Kalau hanya bayangan dirimu saja yang bisa mengobati rasa rindu ini,
hanya bayangan wajahmu saja yang terus tersimpan dalam hati dan pikiran ini,
dan karena itu semua...aku masih mencintai dirimu sampai saat ini,
meski kau tak tahu tentang semua rasa yang aku miliki...
Selasa, 24 Februari 2015
1000 Puisi Untukmu #7
Sungguh ku tak mengerti...
betapa hati telah terpikat kepada sosok seorang dirimu.
Hingga dalam setiap waktuku,
tak ada satu hal pun yang tidak tentang dirimu.
Dan yang ada dalam hidupku,
itu semua tentangmu...hanya tentang dirimu.
Dirimu telah mendarah daging di dalam tubuhku,
dan namamu telah terukir dalam didalam hatiku.
Tak sanggup aku untuk melupakan dirimu,
tak mampu diri ini untuk berpaling darimu.
Bait cinta yang aku tulis...itu hanya untuk dirimu,
dan syair rindu yang aku nyanyikan...itu juga hanya untuk dirimu.
Walau sesungguhnya aku tahu...
Cinta ini akan membuatku terluka,
dan rindu ini akan membuatku menangis.
Namun tak sedikitpun terlintas di benakku untuk menghapus semua rasa ini,
tak sedikitpun tergambar di anganku untuk melupakan dirimu.
Karena dirimu adalah nafas hidupku,
dan karena kau adalah segalanya buatku.
betapa hati telah terpikat kepada sosok seorang dirimu.
Hingga dalam setiap waktuku,
tak ada satu hal pun yang tidak tentang dirimu.
Dan yang ada dalam hidupku,
itu semua tentangmu...hanya tentang dirimu.
Dirimu telah mendarah daging di dalam tubuhku,
dan namamu telah terukir dalam didalam hatiku.
Tak sanggup aku untuk melupakan dirimu,
tak mampu diri ini untuk berpaling darimu.
Bait cinta yang aku tulis...itu hanya untuk dirimu,
dan syair rindu yang aku nyanyikan...itu juga hanya untuk dirimu.
Walau sesungguhnya aku tahu...
Cinta ini akan membuatku terluka,
dan rindu ini akan membuatku menangis.
Namun tak sedikitpun terlintas di benakku untuk menghapus semua rasa ini,
tak sedikitpun tergambar di anganku untuk melupakan dirimu.
Karena dirimu adalah nafas hidupku,
dan karena kau adalah segalanya buatku.
1000 Puisi Untukmu #6
Ingin sekali aku ungkapkan semua rasa cinta ini,
ingin rasanya aku juga mencurahkan semua rindu ini.
Agar kau tahu...bahwa aku disini sanagat mencintaimu,
dan agar kau mengerti...betapa tersiksanya aku dengan rasa rindu ini.
Waktu kian malam...
dingin pun sudah terasa menusuk tulang ini.
Tapi tak sedikit pun aku beranjak dari tempat ini,
karena di tempat inilah aku selalu membayangkan semua keindahan yang kau punya.
Dan tanpa merasa sedikitpun lelah ataupun letih,
aku terus selalu membayangkan dirimu.
Aku rasakan tiupan angin malam yang menerpaku,
itu semakin membuat aku rindu akan kehadiran dirimu.
Hadir untuk menemaniku di ketika malam sunyi,
dan datang untuk memeluk tubuhku disaat dingin mulai merasuk ke paru-paruku.
"Bulan... sampaikan dan katakan pada dirinya,
bahwa aku sangat mencintai dirinya.
Bintang... taburkan kerlip warna cintaku di malam harinya,
supaya dia bisa melihat indah cintaku yang hanya untuk dirinya.
Angin... sampaikan syair rindu ini untuk dirinya,
supaya dia juga bisa merasakan apa yang aku rasakan selama ini"
ingin rasanya aku juga mencurahkan semua rindu ini.
Agar kau tahu...bahwa aku disini sanagat mencintaimu,
dan agar kau mengerti...betapa tersiksanya aku dengan rasa rindu ini.
Waktu kian malam...
dingin pun sudah terasa menusuk tulang ini.
Tapi tak sedikit pun aku beranjak dari tempat ini,
karena di tempat inilah aku selalu membayangkan semua keindahan yang kau punya.
Dan tanpa merasa sedikitpun lelah ataupun letih,
aku terus selalu membayangkan dirimu.
Aku rasakan tiupan angin malam yang menerpaku,
itu semakin membuat aku rindu akan kehadiran dirimu.
Hadir untuk menemaniku di ketika malam sunyi,
dan datang untuk memeluk tubuhku disaat dingin mulai merasuk ke paru-paruku.
"Bulan... sampaikan dan katakan pada dirinya,
bahwa aku sangat mencintai dirinya.
Bintang... taburkan kerlip warna cintaku di malam harinya,
supaya dia bisa melihat indah cintaku yang hanya untuk dirinya.
Angin... sampaikan syair rindu ini untuk dirinya,
supaya dia juga bisa merasakan apa yang aku rasakan selama ini"
1000 Puisi Untukmu #5
Malam berganti pagi, hari berganti minggu,
minggu berganti bulan, dan bulan pun berganti tahun...
Waktu yang bergulir masih aku lewati dengan mencintai dirimu,
sedangkan hari yang kian berlalu pun masih aku jalani dengan segenap rasa rinduku kepadamu.
Kepada bulan dan bintang aku selalu menceritakan cintaku kepadamu,
kepada angin malam aku selalu menitipkan rasa rindu ini kepadamu.
Berharap bulan dan bintang bisa menceritakan semua cintaku kepadamu,
dan angin malam yang berhembus mampu menyampaikan rasa rinduku ini yang hanya untukmu.
Dan di setiap malam pun aku selalu berdoa kepada Tuhan,
agar Tuhan menjaga dirimu disaat kau terlelap maupun disaat kau terjaga.
Karena aku tidak ingin kehilangan dirimu,
sebab...dirimu begitu sangat berarti untuk diri ini.
Dan karena dirimulah...aku temukan arti hidup ini.
minggu berganti bulan, dan bulan pun berganti tahun...
Waktu yang bergulir masih aku lewati dengan mencintai dirimu,
sedangkan hari yang kian berlalu pun masih aku jalani dengan segenap rasa rinduku kepadamu.
Kepada bulan dan bintang aku selalu menceritakan cintaku kepadamu,
kepada angin malam aku selalu menitipkan rasa rindu ini kepadamu.
Berharap bulan dan bintang bisa menceritakan semua cintaku kepadamu,
dan angin malam yang berhembus mampu menyampaikan rasa rinduku ini yang hanya untukmu.
Dan di setiap malam pun aku selalu berdoa kepada Tuhan,
agar Tuhan menjaga dirimu disaat kau terlelap maupun disaat kau terjaga.
Karena aku tidak ingin kehilangan dirimu,
sebab...dirimu begitu sangat berarti untuk diri ini.
Dan karena dirimulah...aku temukan arti hidup ini.
Senin, 23 Februari 2015
1000 Puisi Untukmu #4
Semakin hari rasa cinta ini semakin besar terhadapmu,
dan waktu ke waktu rindu ini begitu sangat dalam kepadamu.
Meski hanya berpapasan badan dan bertatapan muka,
itu sudah lebih dari cukup buatku untuk mengobati rasa rindu ini.
Terkadang aku selalu mencari-cari perhatian kepadamu,
agar kamu bisa memperhatikan aku lebih dalam lagi.
Walaupun itu terasa konyol...namun aku sering melakukannya,
itu pun hanya untuk mendapatkan sedikit perhatian dari kamu saja.
Dalam diam...aku terus selalu mencintai dirimu,
dalam sepi...aku terus merindukan dirimu.
Bahkan sampai aku pun tak tahu,
seberapa besar dan dalamnya cinta serta rindu ini untukmu.
Aku hanya bisa memastikan kalau rasa itu ada dan akan tetap selalu ada,
meskipun aku tak tahu pasti apakah dirimu juga memiliki rasa yang sama seperti apa yang aku rasakan.
Dan disaat itu berkata...
Mungkin nanti... nanti akan aku ungkapkan segala rasa ini padamu.
Dan entah apa yang akan kau ucapkan padaku untuk menjawab semua rasa yang aku miliki ini,
entah kau akan tertawa, kecewa, atau malah mengacuhkan perasaan ini...aku tak tahu.
dan waktu ke waktu rindu ini begitu sangat dalam kepadamu.
Meski hanya berpapasan badan dan bertatapan muka,
itu sudah lebih dari cukup buatku untuk mengobati rasa rindu ini.
Terkadang aku selalu mencari-cari perhatian kepadamu,
agar kamu bisa memperhatikan aku lebih dalam lagi.
Walaupun itu terasa konyol...namun aku sering melakukannya,
itu pun hanya untuk mendapatkan sedikit perhatian dari kamu saja.
Dalam diam...aku terus selalu mencintai dirimu,
dalam sepi...aku terus merindukan dirimu.
Bahkan sampai aku pun tak tahu,
seberapa besar dan dalamnya cinta serta rindu ini untukmu.
Aku hanya bisa memastikan kalau rasa itu ada dan akan tetap selalu ada,
meskipun aku tak tahu pasti apakah dirimu juga memiliki rasa yang sama seperti apa yang aku rasakan.
Dan disaat itu berkata...
Mungkin nanti... nanti akan aku ungkapkan segala rasa ini padamu.
Dan entah apa yang akan kau ucapkan padaku untuk menjawab semua rasa yang aku miliki ini,
entah kau akan tertawa, kecewa, atau malah mengacuhkan perasaan ini...aku tak tahu.
Seribu Puisi Untukmu #3
Dengan membayangkan indah wajahmu,
kata demi kata ku coba tulis untukmu.
dan dengan membayangkan senyum manis bibirmu,
bait demi bait ku coba rangkai menjadi puisi untuk dirimu.
Aku memang tidak pandai dalam menuliskan kata,
aju juga tidak jago dalam merangkai bait.
Namun aku tetap mencoba dan berusaha,
untuk menulis puisi ini tentang dirimu.
"pancaran sinar matamu,
lebih indah dari langit senja di ujung barat.
merdu suara dari bibirmu,
lebih merdu dari senandung lagu rindu.
wajahmu bagaikan rembulan di malam hari,
yang selalu memberikan sinar terangnya di dalam malam gelap.
lembut sentuhan tanganmu,
selembut hempasan angin yang menerpa tubuhku.
ternyata mencintai dirimu itu tak sesulit mempelajari rumus fisika,
tidak perlu menunggu lama...dan aku pun sudah jatuh cinta pada dirimu"
Itulah kata dan bait yang aku rangkai untukmu,
untuk menuliskan tentang dirimu.
Jelek memang...tapi itulah karya dariku,
puisi pertamaku untuk dirimu.
kata demi kata ku coba tulis untukmu.
dan dengan membayangkan senyum manis bibirmu,
bait demi bait ku coba rangkai menjadi puisi untuk dirimu.
Aku memang tidak pandai dalam menuliskan kata,
aju juga tidak jago dalam merangkai bait.
Namun aku tetap mencoba dan berusaha,
untuk menulis puisi ini tentang dirimu.
"pancaran sinar matamu,
lebih indah dari langit senja di ujung barat.
merdu suara dari bibirmu,
lebih merdu dari senandung lagu rindu.
wajahmu bagaikan rembulan di malam hari,
yang selalu memberikan sinar terangnya di dalam malam gelap.
lembut sentuhan tanganmu,
selembut hempasan angin yang menerpa tubuhku.
ternyata mencintai dirimu itu tak sesulit mempelajari rumus fisika,
tidak perlu menunggu lama...dan aku pun sudah jatuh cinta pada dirimu"
Itulah kata dan bait yang aku rangkai untukmu,
untuk menuliskan tentang dirimu.
Jelek memang...tapi itulah karya dariku,
puisi pertamaku untuk dirimu.
#2
Hari silih berganti dan waktu terus berlalu,
wajah dan senyummu selalu mengisi hari-hariku.
Merdu tutur katamu masih terdengar indah di telingaku,
Dan tatapan indah matamu masih terasa membekas dalam hatiku.
Di saat aku berjumpa dengan dirimu,
ingin sekali aku menyapa dirimu.
Tapi entah kenapa mulutku tak sanggup untuk berkata,
dan lidah ini pun kaku untuk mengucap kata.
Hingga akhirnya aku hanya bisa menatap dirimu,
Dan berucap kata dalam hatiku... "hayy"
Aku tidak tahu...
Kenapa aku begitu gugup saat di dekatmu,
terlebih lagi saat kau menatapku.
Dan ketika aku menatap dalam ke wajahmu,
aku berharap waktu akan berhenti.
Semakin dalam aku menatap wajahmu,
aku berkata dalam hatiku... "Tuhan hentikanlah waktu yang sekarang berjalan. Karena aku ingin lebih lama lagi menatap satu keindahan yang ada di depan mataku ini"
Namun waktu terus berlalu,
bersamaan dengan langkah kakimu yang berjalan pergi.
Dan tinggallah aku di situ sendiri,
yang masih terkagum dengan keindahanmu.
wajah dan senyummu selalu mengisi hari-hariku.
Merdu tutur katamu masih terdengar indah di telingaku,
Dan tatapan indah matamu masih terasa membekas dalam hatiku.
Di saat aku berjumpa dengan dirimu,
ingin sekali aku menyapa dirimu.
Tapi entah kenapa mulutku tak sanggup untuk berkata,
dan lidah ini pun kaku untuk mengucap kata.
Hingga akhirnya aku hanya bisa menatap dirimu,
Dan berucap kata dalam hatiku... "hayy"
Aku tidak tahu...
Kenapa aku begitu gugup saat di dekatmu,
terlebih lagi saat kau menatapku.
Dan ketika aku menatap dalam ke wajahmu,
aku berharap waktu akan berhenti.
Semakin dalam aku menatap wajahmu,
aku berkata dalam hatiku... "Tuhan hentikanlah waktu yang sekarang berjalan. Karena aku ingin lebih lama lagi menatap satu keindahan yang ada di depan mataku ini"
Namun waktu terus berlalu,
bersamaan dengan langkah kakimu yang berjalan pergi.
Dan tinggallah aku di situ sendiri,
yang masih terkagum dengan keindahanmu.
PERTAMA
Kurang lebih 12 tahun yang lalu,
aku bertemu dengan dirimu.
Awalnya berkesan biasa saja,
tapi seiring berjalannya waktu...aku mulai mengagumi dirimu.
Hari demi hari telah berganti,
hingga akhirnya muncul satu rasa yang tak pernah aku duga.
Dalam diam aku selalu memperhatikan dirimu,
Perlahan namun pasti...rasa rindu itu muncul untuk dirimu,
hingga akhirnya tumbuhlah benih-benih cinta di dalam hatiku untuk dirimu.
Setiap detik dan setiap waktu aku selalu memikirkan dirimu,
hingga tiada satu haripun yang aku lewatkan tanpa memikirkan dirimu.
Bahkan...di dalam kesendirian aku selalu membayangkan dirimu,
membayangkan indahnya wajahmu dan manisnya senyumanmu.
Awalnya aku tidak percaya akan apa yang aku rasakan terhadap dirimu,
hingga aku benar-benar meyakinkan diriku bahwa ini cinta.
Cinta yang terus bersemi,
bersamaan dengan mekarnya bunga rindu di dalam hatiku.
Hari-hariku jadi berwarna ketika itu,
dan di saat itulah aku merasa bahwa diriku ini... the lucky ones
aku bertemu dengan dirimu.
Awalnya berkesan biasa saja,
tapi seiring berjalannya waktu...aku mulai mengagumi dirimu.
Hari demi hari telah berganti,
hingga akhirnya muncul satu rasa yang tak pernah aku duga.
Dalam diam aku selalu memperhatikan dirimu,
Perlahan namun pasti...rasa rindu itu muncul untuk dirimu,
hingga akhirnya tumbuhlah benih-benih cinta di dalam hatiku untuk dirimu.
Setiap detik dan setiap waktu aku selalu memikirkan dirimu,
hingga tiada satu haripun yang aku lewatkan tanpa memikirkan dirimu.
Bahkan...di dalam kesendirian aku selalu membayangkan dirimu,
membayangkan indahnya wajahmu dan manisnya senyumanmu.
Awalnya aku tidak percaya akan apa yang aku rasakan terhadap dirimu,
hingga aku benar-benar meyakinkan diriku bahwa ini cinta.
Cinta yang terus bersemi,
bersamaan dengan mekarnya bunga rindu di dalam hatiku.
Hari-hariku jadi berwarna ketika itu,
dan di saat itulah aku merasa bahwa diriku ini... the lucky ones
Langganan:
Postingan (Atom)